KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK Tauhid merupakan kewajiban pertama
yang Allah wajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya larangan
pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik. Hal ini
sebagaimana firman Allah :
يَأيُّهَا
النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اْلأَرْضَ
فِرَاشًا وَالسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً
فَأَخْرَجَ بِه مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ
أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai manusia beribadahlah
kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu,
agar kamu bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu
dan langit sebagai atap. Dan Dia yang menurunkan air (hujan) dari
langit, lalu Dia menghasilkan dengan sebab itu segala buah-buahan
sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu menjadikan
sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah :
21-22)
Bagaimanakah Keutamaan Tauhid ?.
Allah tidaklah
mewajibkan suatu perkara, melainkan pasti padanya terdapat
keutamaan-keutamaan yang sangat mulia. Begitu pula dengan “Tauhid” yang
merupakan paling wajibnya perkara dari perkara-perkara yang paling
wajib, pasti mempunyai berbagai keutamaan. Di antara keutamaan-keutamaan
tauhid itu ialah :
1. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi
Kita ketahui bahwa iman itu bertingkat-tingkat, dan tingkatan yang tertinggi adalah kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah.
Rasulullah bersabda :
اَلإِيْمَانُ
بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَإِلهَ إِلاَّالله
وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ( رواه مسلم )
“Iman
itu ada enam puluh cabang lebih, paling tinggi adalah perkataan /
ucapan Laa Ilaaha Illallah dan paling rendahnya menyingkirkan gangguan
dari jalan.” (H.R. Muslim)
Perlu diketahui bahwa Laa Ilaaha
Illallah tidak cukup hanya diucapkan di lisan saja. Akan tetapi harus
bersumber dari hati yang ikhlas dan kemudian dibuktikan dengan
pengamalan dari apa yang dikandung oleh Laa Ilaaha Illallah yaitu
memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk
kesyirikan. Sebagaimana Rasulullah
فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ ( متفق عليه )
“Sesungguhnya
Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaaha
Illallah dengan mengharap wajah Allah.” (H.R. Al Bukhari dan Muslim)
2. Tauhid sebagai syarat diterimanya suatu ibadah
Allah berfirman :
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al An’am : 88)
Amalan-amalan
ibadah orang musyrik tidak akan diterima oleh Allah dan sebaliknya
orang Muwahhid akan diterima oleh Allah amalan ibadahnya.
3. Tauhid merupakan sebab bagi datangnya ampunan Allah
Hal ini didasarkan kepada firman Allah :
إِنََّ
اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن
يَشَآءُ “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni dosa yang di bawah syirik bagi siapa saja yang
dikehendaki-Nya.” (Q.S. An Nisa’ : 48 & 116)
4. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah (surga) tanpa hisab
Ketika
para shahabat bertanya-tanya tentang 70.000 orang dari umat Muhammad
yang masuk jannah tanpa hisab dan tanpa adzab, maka Rasulullah bersabda :
هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ وَلاَ يَكْتَوُونَ وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ( رواه الترمذي )
“…
mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta dikay
dan tidak mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya dan mereka
bertawakkal hanya kepada Allah.” (H.R. At Tirmidzi)
5. Orang yang tauhidnya benar akan masuk jannah
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :
مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِه شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه مسلم )
“Barangsiapa
bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu
(apapun), niscaya dia akan masuk jannah.” (H.R. Muslim)
Adapun
masuknya orang yang tidak berbuat syirik ke dalam jannah maka itu hal
yang pasti. Akan tetapi jika dia bukan pelaku dosa besar yang terus
dilakukan sampai meninggal dunia maka dia akan langsung masuk jannah.
Sedangkan jika dia pelaku dosa besar hingga akhir hayatnya dan belum
bertaubat maka yang demikian di bawah kehendak Allah . Jika Allah
mengampuni, maka akan masuk jannah secara langsung tanpa diadzab. Dan
jika tidak diampuni, maka akan diadzab terlebih dahulu kemudian
dikeluarkan dari naar (neraka) dan dimasukkan ke dalam jannah (surga).
(Fathul Majid hal. 84).
6. Tauhid merupakan sumber keamanan
Sebagaimana firman Allah :
الَّذِينَ أمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيْمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولئكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
“Orang-orang
yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan
kedhaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al An’am : 82)
Berkata
Ibnu Katsir rahimahullah : “Orang-orang yang mengikhlaskan ibadah mereka
hanya untuk Allah saja dan mereka tidak menyekutukan Allah sedikitpun,
mereka itu akan mendapatkan keamanan pada hari kiamat dan mereka adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.” (Fathul Majid
hal. 36)
Yang dimaksud dengan kedhaliman pada ayat di atas adalah syirik sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud :
لَمَّا
نَزَلَتْ هذِهِ اْلأيَةُ قَالُوا : فَأَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ؟
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ لَيْسَ بِذَالِكُمْ أَلَمْ تَسْمَعُوا إِلَى قَوْلِ
لُقْمَانَ ( إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ) ( رواه البخاري )
Tatkala
turun ayat ini, para shahabat berkata : “Siapa di antara kami yang
tidak pernah mendhalimi dirinya ?” Kemudian Rasulullah bersabda : “Bukan
demikian maksudnya, apakah kalian tidak mendengar perkataan Luqman:
sesungguhnya kesyirikan itu adalah kedhaliman yang besar.” (H.R. Al
Bukhari)
Itulah di antara keutamaan-keutamaan tauhid yang dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Bagaimanakah Bahaya Syirik ?
Syirik
merupakan lawan dari tauhid. Oleh karena itu di saat tauhid mempunyai
banyak keutamaan maka syirik pun sangat berbahaya dan mempunyai banyak
mudharat. Di antaranya adalah :
1. Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah
Berdalil dengan firman Allah
إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَالِكَ لِمَن يَشَآءُ
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa yang
di bawah syirik bagi siapa yang Allah kehendaki.” (Q.S. An Nisa’ : 48
& 116)
2. Kesyirikan adalah kedhaliman yang besar
Firman Allah :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kesyirikan adalah kedhaliman yang besar.” (Q.S. Luqman : 13)
3. Orang yang meninggal dunia dalam keadaan musyrik akan masuk neraka dan kekal di dalamnya
إِنَّه مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya
barangsiapa yang menyekutukan Allah maka sungguh Allah mengharamkan
baginya jannah, dan tempat kembalinya adalah naar dan tidak ada penolong
bagi orang-orang yang dhalim.” (Q.S. Al Maidah : 72)
Rasulullah juga bersabda :
مَنْ
مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ ( رواه
البخاري ) “Barangsiapa meninggal dunia dan dia berdo’a kepada selain
Allah niscaya dia masuk neraka.” (H.R. Al Bukhari)
4. Kesyirikan penyebab terpecah belah belahnya umat
Firman Allah :
وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah, yaitu
orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada
golongan mereka.” (Q.S. Ar Ruum : 31 & 32)
Setelah kita
mengetahui betapa pentingnya perkara tauhid dan begitu bahayanya
perbuatan syirik, maka kami mengajak kepada para da’i agar mengutamakan
dalam da’wahnya perkara tauhid dan mengingatkan umat dari bahaya
kesyirikan / syirik. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para
shahabat beliau, bahkan para rasul seluruhnya. Allah berfirman :
وَلَقَدْ
بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا
الطَّاغُوتَ “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus pada tiap-tiap umat
seorang rasul untuk menyerukan: “Beribadahlah hanya kepada Allah dan
jauhilah Thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah”.” (Q.S. An
Nahl : 36)
Wallahu A’lam Bish Shawab.
KEGIATAN MANASIK HAJI
Kegiatan Berlangsung di Area Sekolah Oleh Guru Kelas
Media Interaktif Multimedia Komputer
Kegiatan Berlangsung di Laboratorium Komputer
Berprestasi Dalam Setiap Kompetensi
Penghargaan di Berikan di Sela Acara Kegiatan di TK Al Umm
Praktek Sholat Berjamaah di Sentra Ibadah
Kegitan Berlangsung di Aula Musholla TK Al Umm
Belajar Seni Beladiri Tapak Suci
Kegiatan Ekstrakurikuler di TK Al Umm Kembiritan









Kajian Singkat Era Islam















Assalamu'alaikum, Untuk Info, Kritik dan Saran, Kontak Admin geh : ERA ISLAM, Thanks.
0 komentar:
Posting Komentar